Dosa di Facebook(dan lain-lain)
Isu Semasa I keep telling myself and everyone who would listen that life is about making choices.
Katakanlah, anda ada merasakan tak puas hati dengan seseorang.
Terpulanglah, siapa pun anda.

Jika anda rakyat marhaen yang bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi, anda tak puas hati kerana kerajaan suka sangat naikkan harga minyak.

Atau anda merasakan sebagai seorang tholibul 'ilmi (penuntut ilmu), anda tak puas hati melihat Ustaz A suka burukkan Ustaz B tanpa dasar ilmu. Begitu juga apabila orang-orang jemaah X suka mengutuk-mengutuk jemaah G dan orang jemaah G tak puas hati jugak dengan jemaah X dan bla3 the story never seems to end does it?

Belum masuk lagi bab grup salafi ultraman, salafi ori, salafi haraki, masing-masing boleh pulak mengutuk pihak yang lain dengan penuh sinis, dan tiada langsung rasa rahmah untuk menjaga ukhwah. Oh, lupa sebab 'lawan' mereka bukan ahlussunnah... Katanya begitulah... Begitukah? Allahua'lam.

Atau sebagai seorang yg gigih memelihara tazkiyatunnafs, anda tak puas hati bila program yang anda hadir yang konon Islamik pergi pasang muzik yang macam entah apa-apa dan tak menambah iman pun! huh! Banyak ikhtilat, tak menjaga, itu, ini, (sambil meneruskan menyenaraikan 1001 keburukan yang ada)

Baiklah, saya rasa seperti sudah banyak memberi contoh, mungkin terlebih pula-_-' maaf jika agak exaggerate......

'Akhlak yang buruk itu merosak amal bagaikan cuka merosakkan madu'

Anda, siapapun anda, mungkin saja benar. Mungkin saja.
Andai segala apa yang disampaikan itu diselarikan dengan akhlak yang mulia sebagaimana yang diajar oleh Rasulullah saw, saya pasti orang yang berakal tidak akan berasa marah.

Namun harus diakui, andaipun kita benar, belum tentu cara kita juga benar.

Pernah dengar, matlamat tidak menghalalkan cara? Cuba kita aplikasikan dalam hal ini.
Read More... (6.9 KB) | (1118 reads) comments? | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 5
Tidak Amanah dalam Melunasi Utang
Fiqh Sunnah Sebagian pengusaha punya prinsip untuk banyak-banyak menumpuk utang. Di antara alasannya: demi mengembangkan usaha atau mencari modal usaha. Masalahnya, bukan karena meminjam uang. Yang menjadi masalah adalah sering kali peminjam kurang amanah dalam mengembalikan utang. Sebenarnya, mereka mampu mengembalikan utang tepat waktu, sesuai time limit yang diberikan oleh pemberi utang. Namun, selalu seribu alasan yang diberi ketika si pemberi utang datang menagih.

Katanya, besoklah, bulan depanlah, dan seterusnya. Padahal, ia mampu mengembalikan utang tersebut sesuai tempo yang diberikan. Namun, ia mesti "memutar" utang tadi untuk modal usaha lainnya. Itulah jadinya, utang tersebut belum kunjung kembali ke tangan kreditor. Bahkan, yang memiliki sifat tidak amanah seperti ini adalah orang yang sudah kenal sunah, lebih mendalami Islam. Amat disayangkan, mungkin status si kreditor sebagai pengusaha muslim selalu dijadikan alasan bahwa ia pasti berbaik hati, “'Kan pengusaha muslim. Tentu mau saja memberi tenggang waktu untuk pengembalian utang.”

Ingat bahaya berutang!
Read More... (8.36 KB) | (1062 reads) comments? | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 0
Iftar AFN 2011
al-Fikrah

Klik untuk Gambar Penuh Iftar AFN 2011
Read More... | (1410 reads) 2 comments | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 5
3 Peringkat Cinta
بسم الله الرحمن الرحيم

Cinta adalah perasaan jiwa & tarikan hati. Ia adalah fitrah. Islam mengiktiraf fitrah ini & menggariskan 3 peringkat Cinta, iaitu:

Cinta AGUNG, Cinta PERTENGAHAN & Cinta HINA

“Jika bapa-bapa kamu dan anak-anak kamu dan saudara-saudara kamu dan saudara-saudara kamu dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu dan kaum keluarga kamu dan harta benda yang kamu usahakan dan perniagaan yang kamu bimbang merosot dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, – (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya (daripada) berjihad untuk agama-Nya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusan-Nya (azab seksa-Nya); kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”

[At-Taubah:24]
Read More... (4.72 KB) | (1309 reads) comments? | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 0
30 Simple Mistakes during Ramadan with Correction
Ramadhan 30 Simple Mistakes during Ramadan with Correction

1: Focusing on food; to the extent that people begin to worry about
eating more then actually fasting. This also goes along with
spending tons of money on Iftaars even though a person does not need to eat that much food.

2 : Making Suhoor way before Fajr. Some people eat Suhoor a few hours after Taraweeh or Isha Salah, this is wrong. It should be eaten
closer to the time of Fajr.

3 : People dont make Niyyah (intentions) to fast for Ramadan. This
is something in the heart and does not need to be verbal.
Also it can be done once, at the beginning of Ramadan which would be counted for every single day.
Read More... (5.76 KB) | (1443 reads) 2 comments | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 3
Penjelasan status hadith: Apabila tiba setengah Sya‘ban, janganlah berpuasa
Ramadhan


untuk paparan yang lebik baik dengan warna, klik pautan asal dibawah:
http://ansarul-hadis.blogspot.com/2011/07/penjelasan-status-hadith-apabila-tiba.html

Penjelasan status hadith: Apabila tiba setengah Sya‘ban (15 Sya‘ban), maka janganlah berpuasa
Oleh: Muhammad Fathi Ali al-Sakandary


# Matan Hadith:

إذا انتصف شعبان فلا تصوموا

Apabila tiba setengah Sya‘ban (15 Sya‘ban), maka janganlah berpuasa (sehingga Ramadhan)


# Takhrij:

Dikeluarkan oleh Ahmad (no. 9705), Al-Tirmizi (no. 738), Ibn Majah (no. 1651), Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (no. 7751), Abu Daud (hadith no. 2337), Al-Nasa’i dalam Al-Kubra (no. 2911) dan lain-lain dengan lafaz yang sedikit berbeza[1], daripada Al-A‘la daripada Ayahnya daripada Abu Hurairah
Read More... (13.83 KB) | (1903 reads) 3 comments | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 5
[Hai'ah Kibar Ulama] Jangan Mempersempit Makna Salafiyah
al-Fikrah LINK ASAL VIDEO KULIAH DISINI:
http://www.facebook.com/video/video.php?v=10150217055901618

Jangan Mempersempit Makna Salafiyah

Oleh : Fadhilah As-Syekh DR.Abdulloh Al-Muthlaq (anggota haiah kibar ulama)

Dalam sebuah rekaman muhadhorah di kota Hail pada hari Rabu 19-Sya’ban-1424 H yang bertemakan “Al-Fitan Asbabuha wa ‘ilajuha” .

Syekh DR.Abdullah Al-Muthlaq menjelaskan sebagai berikut :

“Wahai saudaraku-saudaraku yang tercinta…mereka itu adalah orang-orang yang mempersempit makna salafiyah.

Mereka adalah orang -orang yang mengambil bagian persangkaan, orang-orang yang tidak menerima taubat, orang-orang yang memperbincangkan manusia dan tidak mau menyebarkan kebaikan. Merekalah orang-orang yang lebih banyak memberikan mudhorat kepada salafiyah daripada kebaikan yang mereka berikan kepadanya.

Sesungguhnya jika anda melihat pada para ulama Saudi maka berapakah jumlah mereka? (cukup banyak!!!) sementara orang-orang itu hanya menginginkan tiga atau empat ulama saja, sementara yang lain “bukan termasuk salaf”?!!
Read More... (2.93 KB) | (1874 reads) comments? | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 0
[SUKA DUKA SEORANG PENDAKWAH]Ikuti Kisah Perjuangan Dr Abdullah Yasin
Tokoh Sunnah SUKA DUKA SEORANG PENDAKWAH


أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّــا ، وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ، فَلَيَعْلَمّنَّ اللهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِيْنَ (3 Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ( Al-“ankabut : 2-3)



MUKADDIMAH :



Nama “ Abdullah Yasin “ selalu dihubungkaitkan dengan penceramah bebas yang penuh kontroversi, pencetus huru hara dan pemecah perpaduan umat Islam di rantau Asia Tenggara. Demikianlah yang selalu kita dengar. Apakah sebenarnya latar belakang pendidikan agamanya, warganegaranya, pekerjaan tetapnya dan lain-lain. Malahan insan kerdil ini pernah menjadi bahan perbincangan dan perdebatan di dalam Dewan Rakyat Parlemen Malaysia ke 12, Penggal Pertama, Musyawarat Pertama Bil 7, Khamis 8hb Mei 2008. Sila layari : http://www/. ibnuhasyim.com/2008/05/ulama-wahabi-mengapa-mereka-ditangkap.html



Supaya tidak menjadi fitnah berkepanjangan, saya merasa sudah tiba masanya yang tepat untuk saya membuat pendedahan terbuka agar masyarakat amnya dan para jamaah yang setia khasnya mendapat maklumat yang tepat. Pendedahan ini ada kaitannya dengan pembebasan beliau daripada tuduhan mengajar tanpa tauliyah (izin khas mengajar agama) oleh JAIS (Jabatan Agama Islam Selangor) setelah melalui pembicaraan Mahkamah Syareah Petaling Jaya selama lima tahun sejak April 2006 hingga Mei 2011.



PENGENALAN :



Abdullah Bin Yasin, lahir di Pulau Terong, Kecamatan Belakang – Propinsi Riau – Indonesia pada 5 Julai 1946. Ayahnya Hj Mohd Yasin dan ibunya Fatimah anak seorang ulama terkenal di kawasan Batam, namanya Hj Abdul Ghani Bin Abdul Jalil yang kerana kekhusyuannya beliau mendapat gelaran Haji Kosok yang diambil dari (خشوع ) : Khusyu’ dalam solat.
Read More... (14.22 KB) | (1812 reads) comments? | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 5
Penjelasan ulama manfaat fahami hadis lemah, palsu
Fiqh Sunnah Persoalan Agama: Penjelasan ulama manfaat fahami hadis lemah, palsu

2011/04/03
ASSALAMUALAIKUM ustaz. Saya bukanlah orang yang faham sangat mengenai ilmu agama dan ingin tahu berkaitan hadis. Kenapakah dinamakan sahih dan tidak sahih? Diharap ustaz dapat jelaskan agar saya mendapat gambaran. Terima kasih.

ADIK,
Pulau Pinang.ALHAMDULILLAH. Wassolatu was salam ‘ala Rasulillah wa ba’d. Semoga Allah membantu saudara dalam meningkatkan kefahaman kita mengenai Islam. Sememangnya tidak mudah untuk menjelaskan secara terperinci mengenai ilmu hadis. Tetapi secara gambaran kasar mungkin dapat dijelaskan sebagaimana berikut.

Ulama membahagikan ilmu hadis kepada dua. Pertama ilmu hadis riwayat dan kedua ilmu hadis dirayah. Ilmu hadis riwayat adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah SAW sama ada perkataan Baginda, perbuatan Baginda, ketetapan, sifat akhlak Baginda dan ciri-ciri Baginda SAW.
Perkara yang dibahaskan iaitu perkataan, perbuatan, ketetapan dan sifat Rasulullah SAW daripada aspek periwayatannya. Faedah ilmu hadis riwayat ini adalah untuk menjaga sunnah dan memeliharanya daripada kesilapan dalam meriwayatkan sesuatu daripada Rasulullah SAW.
Read More... (3.2 KB) | (2057 reads) 3 comments | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 0
KEZALIMAN MESTI DIBENTERAS
Isu Semasa Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin

Negara kita dikejutkan dengan kes kematian ‘jatuh bangunan’ Ahmad Sarbani, Penolong Pengarah Kastam Selangor. Beliau merupakan saksi bagi kes penyelewengan dalam Kastam. Di mana baru-baru ini kita dikejutkan dengan laporan penyelewengan Kastam bernilai 108 billion. Satu jumlah wang rakyat yang begitu banyak. Jika wang itu diperuntukkan untuk subsidi atau pembangunan secara adil, tentu keseluruhan rakyat dapat menikmati.

Peliknya lagi beliau mati kerana jatuh dari bangunan SPRM. Lebih aneh, sebelum ini Beng Hock yang cuba mendedahkan bukti rasuah juga mengalami nasib yang sama. Apakah kerana bangunan itu terlalu licin, atau tiada penghadang? Jika begitu bagaimana ia boleh diluluskan? Atau, ada hantu ‘tolak orang’ dari bangunan spesis ‘pontianak sundal rasuah’.
Read More... (7.53 KB) | (1405 reads) comments? | Printer Friendly Page  Send to a Friend | Score: 0
« Prev
 1   2   3    ...    86   87   88 
Next »
Toggle Content Hadith Today
Seorang sahabat berkata kepada Nabi Saw, "Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku." Nabi Saw berpesan, "Jangan suka marah (emosi)." Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi Saw tetap berulang kali berpesan, "Jangan suka marah."

-- HR. Bukhari

Toggle Content Pautan Pilihan




Toggle Content Main Menu
 Home Community Members options Forums Search Web Affiliates

Toggle Content Top 10 Download
  1: Tafsir Ibnu Katsir Juz 1
  2: Shahih Sunan Ibnu Majah, Jilid 3
  3: Quran Flash (Tajweed)
  4: Hadith E-Book
  5: Al-Bidayah wa Nihayah, Masa Khulafaur Rasyidin
  6: Tafsir Ibnu Katsir Juz 2
  7: Tafsir Ibnu Katsir Juz 4
  8: Tafsir Ibnu Katsir Juz 3
  9: Quran Explorer
  10: Al-Raheeq al-Makhtum

Toggle Content User Info

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: krolnaim
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 6806

People Online:
Members: 0
Visitors: 49
Bots: 0
Total: 49
Who Is Where:

Staff Online:

No staff members are online!

Toggle Content Top Posters
   thtl 
 Posts: 
 45516 

   FATHI 
 Posts: 
 14197 

   NAZ 
 Posts: 
 12875 

   Ibn_Firdaus 
 Posts: 
 11753 

   mustaqill 
 Posts: 
 11488 

   abu_usamah 
 Posts: 
 9944 


   kayrollz 
 Posts: 
 7919 

   mfauzy 
 Posts: 
 7045 

   Muhammady7 
 Posts: 
 6957 

   AqilHaq 
 Posts: 
 6825 

   Abu_Imran 
 Posts: 
 6735 

   Mohd.Ikram 
 Posts: 
 6613 

   Athma_Godam 
 Posts: 
 6591 

   ummimq 
 Posts: 
 5902 

   abuQays 
 Posts: 
 5779 

   Abuputri2 
 Posts: 
 5724 

   cikgurahim 
 Posts: 
 5033 

   abulwafaa 
 Posts: 
 4962 


   abdullah_ameen 
 Posts: 
 4444 

   abuirfan 
 Posts: 
 4409 

   iman_taqwa 
 Posts: 
 4391 

   alak 
 Posts: 
 4351 

   Yusof 
 Posts: 
 4213 



The logos and trademarks used on this site are the property of their respective owners
We are not responsible for comments posted by our users, as they are the property of the poster