Mungkinkah Masuk Surga Tanpa Menjadi “Salafi”
al-Fikrah


Mungkinkah masuk surga tanpa harus menjadi Salaf(i)y ?, ini adalah pertanyaan penting dan jawabannya juga penting…

Jika jawabannya ya, maka tidak perlu repot-repot menjadi salafy, yang penting tujuan kita hidup berakhir bahagia dan di akhirat masuk surga tercapai!. Jika jawabannya tidak, justru akan timbul pertanyaan baru, kenapa hanya salafy yang masuk surga? memang apa istimewa mereka ?

Perlu digarisbawahi dulu, Kata ‘Salafy’ yang dimaksud penulis disini bukanlah Salafy dalam arti umum yaitu pengikut manhaj salaf, manhajnya Rasulullah saw, akan tetapi Salafy dalam arti sempit (karena disempitkan oleh mereka yang mengaku salafy itu sendiri ), yaitu bahwa salafy itu hanyalah mereka yang mengikuti taklim ustadz-ustadz tertentu saja, adapun yang mengaji bukan pada ustad mereka, maka bagi mereka klaim salafy hanyalah pengakuan belaka, walaupun metode yang ditempuh dalam mencari kebenaran adalah sama.

Di tengah gunjingan ‘orang awam’ (atau yang sengaja dipandang awam), ‘Salafy’ dalam tanda petik ini cenderung menampilkan wajah beringas, kaku, egois, merasa paling benar dan anti kritik, padahal mereka gemar sekali mengkritik pihak-pihak yang bersebrangan dengan mereka.

Atas nama ‘nasehat’ mereka mengkritik pemahaman yang dinilai menyimpang, akan tetapi mereka bertahan dengan cara-cara yang mereka yakini ketika orang lain mengkritik atas cara-cara mereka menyampaikan kebenaran yang cenderung kurang sopan santun, adab dalam bermasyarakat, bahkan mengabaikan tatakrama terhadap orang tua sendiri.

Gambaran ini mungkin tidak sepenuhnya benar, akan tetapi ini sudah menjadi opini pada masyarakat luas, dimana opini ini bukan dibentuk dari rekayasa fihak-fihak yang merasa disudutkan oleh dakwah ’salafy’, akan tetapi memang tercermin dari perilaku sebagian besar tholabul ilmi dakwah ini.

Saya bukan ahli psikologi, sehingga tidak bisa/mampu merunut kenapa perilaku demikian begitu dominan pada komunitas ’salafy’ ini, mungkin pakar psikolog bisa melakukan analisa. Saya seperti kebanyakan ‘orang awam’ lainnya hanya bisa bertanya, kalau memang ’salafy’ itu benar, kenapa harus memasang wajah garang pada orang lain yang katakanlah pelaku bid’ah (yang umumnya di Indonesia cenderung awam). Kalau wajah garang itu dipasang pada para pentolan bid’ah mungkin masih bisa mafhum, karena secara pendidikan dan ketokohan mereka bukan orang awam, akan tetapi jika wajah garang dipasang pada orang yang baru dikenal saat berpapasan di jalan, kemudian menanyakan sesuatu sambil merokok, apa perlu dijawab dengan nada ketus ?

Saya yakin sekali metode Salafy untuk mencari kebenaran adalah metode yang paling selamat karena dibangun diatas koridor ilmiah, dan senantiasa merujuk kepada nash-nash yang shahih, dimana dalam penelitian takhrij hadits terbilang paling sempurna.

Akan tetapi jika berbicara dalam hal penyampaian dakwah, terutama berdakwah pada orang awam, lebih-lebih dalam interaksi sosial di masyarakat yang majemuk, cenderung memaksakan kebenaran, dan kehilangan kesantunan sosial.

Teringatlah saya pada hadits Muadz bin Jabal, yang mengimami sholat dengan bacaan-bacaan yang sangat panjang, sehingga menyebabkan beberapa orang keluar dari jamaah sholatnya. Yang kemudian orang tersebut lapor pada Rasulullah dan mengadukan hal tersebut, lantas Rasulullah saw menegur Muadz, dan bersabda, hai muadz apakah kamu akan membuat fitnah ? (Lihat kitab-kitab hadits salah satunya Mukhtashar shahih Muslim 291).

Disini dapat diambil i’tibar dan analogi sederhana, dimana Muadz Sholat dengan bacaan apapun sebetulnya sholatnya sah dan benar, akan tetapi ketika menjadi imam dan banyak makmum dari kalangan yang bervariasi, maka kebenaran tadi menjadi terdistorsi bahkan menjadi salah, sehingga dikatakan apakah engkau menjadi pembuat fitnah!

Semoga kebenaran sejati ini tidak menjadi terdistorsi oleh sikap dan perilaku penyampai dakwah ini, sehingga pertanyaan yang disampaikan pada judul tulisan ini menjadi tidak penting dan tidak relevan, bahkan tidak perlu mendatangkan fatwa atau rekomendasi dari MUI (jakarta utara , misalnya) untuk menjelaskan kebenaran dakwah salaf kepada orang awam. Karena kebenaran itu akan terlihat dari hakikat dan outputnya bukan pada penamaan yang disandangnya.

***Dipetik dari blog peribadi pemilik portal Kampung Sunnah
(1733 reads)
Toggle Content Related Links
 More about al-Fikrah

Most read story about al-Fikrah:
Kompilasi Rujukan Isu Wahabi

Toggle Content Article Rating
Average Score: 0
Votes: 0
Please take a second and vote for this article:

Excellent
Very Good
Good
Regular
Bad


Toggle Content Options

 Printer Friendly Page  Printer Friendly Page

 Send to a Friend  Send to a Friend


Toggle Content Hadith Today
Sebaik-baik harta yang baik adalah untuk seseorang yang baik

-- HR. Ahmad dan al-Bukhari

Toggle Content Pautan Pilihan




Toggle Content Main Menu
 Home Community Members options Forums Search Web Affiliates

Toggle Content Top 10 Download
  1: Tafsir Ibnu Katsir Juz 1
  2: Shahih Sunan Ibnu Majah, Jilid 3
  3: Quran Flash (Tajweed)
  4: Hadith E-Book
  5: Al-Bidayah wa Nihayah, Masa Khulafaur Rasyidin
  6: Tafsir Ibnu Katsir Juz 2
  7: Tafsir Ibnu Katsir Juz 4
  8: Tafsir Ibnu Katsir Juz 3
  9: Quran Explorer
  10: Al-Raheeq al-Makhtum

Toggle Content User Info

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: krolnaim
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 6806

People Online:
Members: 0
Visitors: 96
Bots: 0
Total: 96
Who Is Where:

Staff Online:

No staff members are online!

Toggle Content Top Posters
   thtl 
 Posts: 
 45516 

   FATHI 
 Posts: 
 14197 

   NAZ 
 Posts: 
 12875 

   Ibn_Firdaus 
 Posts: 
 11753 

   mustaqill 
 Posts: 
 11488 

   abu_usamah 
 Posts: 
 9944 


   kayrollz 
 Posts: 
 7919 

   mfauzy 
 Posts: 
 7045 

   Muhammady7 
 Posts: 
 6957 

   AqilHaq 
 Posts: 
 6825 

   Abu_Imran 
 Posts: 
 6735 

   Mohd.Ikram 
 Posts: 
 6613 

   Athma_Godam 
 Posts: 
 6591 

   ummimq 
 Posts: 
 5902 

   abuQays 
 Posts: 
 5779 

   Abuputri2 
 Posts: 
 5724 

   cikgurahim 
 Posts: 
 5033 

   abulwafaa 
 Posts: 
 4962 


   abdullah_ameen 
 Posts: 
 4444 

   abuirfan 
 Posts: 
 4409 

   iman_taqwa 
 Posts: 
 4391 

   alak 
 Posts: 
 4351 

   Yusof 
 Posts: 
 4213 



The logos and trademarks used on this site are the property of their respective owners
We are not responsible for comments posted by our users, as they are the property of the poster